Jumat, 06 Juli 2012

Ketika Anak Memukul

Kita semua pernah marah, hanya saja anak-anak terkadang kesulitan untuk mengendalikan amarahnya. Ketika mereka masih terlalu muda untuk mengekspresikan dirinya secara verbal, mereka akan memilih untuk mengekspresikan marahnya secara fisik dan memukul. Kecendrungan ini sering terjadi karena mereka melihat sesorang atau temannya yang juga memiliki kesulitan mengendalikan amarah, juga sangat mungkin mereka menirukan apa yang mereka lihat di tayangan TV atau film. Oleh karena itu, pastikan anda mengetahui apa yang ditonton oleh anak anda dan minimalisir tontonan yang mempertontonkan kekerasan. Sebagai tambahan, jangan memberikan contoh seperti ini, memberikan hukuman dengan memukul atau kekerasan lainnya hanya akan membuatnya bingung dan keadaannya akan semakin parah.

Menghentikan Perilaku Kekerasan

Ketika anak memukul, segera pindahkan/alihkan dia dari situasi itu. Berikan dia "time away" sebagai konsekuensi dari perbuatannya. Contohnya, jika dia ada di kamar bermain bersama temannya, pindahkan dia ke ruangan lain untuk menenangkan diri. Untuk anak usia Balita, anda dapat dengan mudah mengangkat dan memindahkannya. Sebagai orang tua, anda harus menjelaskan dengan tetap tenang (bukan dengan marah) bahwa itu tidak baik. Lalu berikan "time away" sekitar 2 menit (dapat lebih hingga 5 menit untuk anak usia  lebih 2,5 tahun) sebelum dia diiznkan untuk kembali bermain.

Untuk anak yang berusia lebih dari 5 tahun, ketika mereka memukul, segeralah terlibat untuk menengahi. Pisahkan mereka dengan anda berada ditengah sementara mereka membicarakan masalahnya. Setiap anak harus diberi kesempatan untuk berbicara sementara yang lain mendengarkan dengan tenang. Bantu mereka memecahkan masalahnya dengan solusi yang berbeda (bukan kekerasan) dan berikan feedback positif bila mereka dapat menyelesaikan masalahnya dengan baik.

Ajarkan Alternatif Untuk Mengekspresikan Kemarahan

Luangkan waktu untuk mengajarkan anak anda perilaku selain memukul untuk mengekspresikan marah. Dorong anak anda untuk mengekspresikan kemarahannya secara verbal atau menjauh. Jika strategi ini tidak berhasil buat mereka, beritahukan bahwa mereka dapat meminta bantuan dari orang dewasa. terakhir, berikan contoh yang baik setiap hari untuk anak anda!

Berikan Penghargaan Untuk Setiap Perilaku Positif

Jika anak anda memilih alternatif positif dan tidak memukul, beritahukan bahwa anda bangga.

Ingatlah jika kita sebagai orang tua tetap tenang, anak kita menjadi lebih tenang dan kemarahannya akan reda lebih cepat. Berikan contoh seperti ini dan luangkan juga waktu untuk anda menenangkan diri jika dibutuhkan.

Jika Perilaku agresif anak anda berlanjut, sebaiknya pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan profesional.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar