Jumat, 14 Desember 2012

Menemukan Bakat dan Potensi Anak

Pintar dan bodoh. Dua kata sifat tersebut masih jamak terdengar untuk dilabeli pada anak. Banyak dari kasus pelabelan ini terjadi di sekolah. Umumnya sekolah melakukan evaluasi terhadap kemampuan seorang anak berdasarkan pada kemampuan anak diatas kertas, menyelesaikan persoalan matematika, dan memberikan jawaban benar yang dapat diterima.  Hal ini seringkali membuat anak yang dengan kemampuan yang "tidak biasa" atau mungkin sebenarnya "luar biasa" dilabeli dengan kata "bodoh", apalagi jika anak-anak ini memiliki pendekatan dan sudut pandang yang jauh lebih kompleks dan berbeda dengan anak "pintar" pada umumnya. 

Sekarang saatnya untuk mengubah total cara-cara pelabelan tersebut!

Hal terpentingnya adalah anda harus memahami dan mengerti bahwa anak anda dianugerahi dengan jenis kecerdasan yang beragam. Kemampuan anak anda akan mencerminkan sebuah kepribadian yang unik. Sebagai orang tua, pengasuh, atau guru, adalah sebuah tantangan tersendiri untuk mengidentifikasi dan menemukan potensi-potensi pada seorang anak, lalu secara bersama-sama memberikan dorongan pada mereka untuk mengembangkannya dan menjadi penopang apabila mereka merasa down ketika mencoba. 

Berikut adalah beberapa cara yang mungkin dapat anda ikuti:

  1. Pertimbangkan untuk mempelajari teori kecerdasan majemuk. Pada awal 1980-an, Howard Gardner mulai mengubah dunia pendidikan dengan bukunya yang berjudul Theory of Multiple Intelegences. Pada awalnya dia menmperkenalkan 7 kecerdasan dalam teorinya, lalu kemudian dia tambahkan menjadi 8 kecerdasan. Dia mengidentifikasi dengan melakukan pemetaan pada area otak  dalam penerimaan budaya secara umum terhadap kemampuan-kemampuan yang kemudian di uraikan sebagai berikut:
    • Linguistic Inteligence; Kepekaan terhadap bahasa-bahasa simbolik, nuansa makna dan keteraturan tata bahasa. 
    • Logical-mathematical inteligence; Kemampuan dalam matematika dan sistem logika kompleks lainnya serta penalaran formal dan informal.
    • Musical Intellingence; Kemampuan untuk memahami, merasakan dan menciptakan musik. Ex: musisi, penyanyi dan penari.
    • Spatial Intelligence; kemampuan untuk "think in pictures", merasakan dunia visual lebih akurat; menciptakan, mengubah, memanipulasi secara fisik atau cukup dalam pikiran saja dengan representasi visual seperti diatas kertas. Kecerdasan dan bakat seperti ini sangat potensial untuk diarahkan menjadi seorang seniman, arsitek, designer, atau pematung.
    • Bodily kinesthetic intelligence; kemampuan untuk dapat menggunakan kemampuan tubuh/ fisik dengan terampil. atlit, penari professional dan aktor adalah beberapa diantaranya.
    • Interpersonal Intelligence:  kemampuan untuk merasakan, memahami dan mengerti orang lain- suasana hati, keinginan dan motivasi mereka. Orang dengan keceradasan ini berpotensi untuk menjadi seorang pemimpin agama, politisi, dan sangat bermanfaat dalam pengasuhan, pengajaran, dan terapi-terapi psikologis. 
    • Intrapersonal intelligence: kemampuan untuk memahami diri sendiri, reaksi, emosi dan pikiran. Beberapa novelis dan konselor membagi pengalaman mereka sendiri untuk mempengaruhi dan membimbing orang lain.
    • Naturalist Intelligence: kemampuan untuk mengenali, relatif secara sistematis mengklasifikasikan tanaman, flora dan fauna, hewan, mineral, bumi dan kosmos.
  2. Observasi. Luangkan waktu anda untuk memperhatikan anak anda bermain. Jangan berasumsi bahwa permainan yang dilakukan oleh anak anda tidak ada artinya. Seorang anak akan bertindak dan bermain dengan cara yang mungkin mencerminkan perbedaan alami, kepentingan individu, kecerdasan dan kemampuan.
  3. Bicara. berbicaralah secara langsung dengan anak anda. Tanyakan beberapa hal tentang kegemaran mereka dan tentang hal-hal yang ingin, tidak ingin, atau kurang ingin mereka lakukan, dan mengapa.
  4. Test. lakukanlah beberapa test jika dibutuhkan. Pada tahap ini anda membutuhkan jasa seorang ahli, atau mungkin bisa anda lakukan sendiri jika anda menemukan form survey yang mungkin available di beberapa site dan bisa anda download. klik untuk contoh atau disini
*the pictures used in this article are taken without permission from these sites:
-  gahannavision.blogspot.com
-  wordingtheimmage.blogspot.com




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar