Sabtu, 15 Desember 2012

Mengajarkan Anak Untuk Berbagi

Ketika berinteraksi dengan para preschooler (2,5-5 tahun), kata-kata seperti, jangan! , ngga mau!, punya saya!, pinjam! dengan disertai dorongan, grabbing (merebut paksa), merangkul dari belakang untuk berebutan sesuatu benda yang dianggap sangat "berharga" akan sangat sering anda jumpai. Adalah lumrah ketika seorang anak memiliki suatu benda yang dia tidak ingin orang lain memilikinya.  Mengajarkan anak untuk dapat berbagi bisa jadi frustrating. Tapi itu tetap bisa dilakukan, berikut tips nya:

  1. Berikan contoh yang baik. Jika anda sedang makan apel, berikan satu potongan dari apel yang sedang anda makan untuknya. Jika dia senang menggambar dengan alat tulis anda, pinjamkan saja untuk dia gunakan. Lalu, ikuti dengan perilaku positif lain yang menunjukkan bahwa berbagi adalah hal yang menyenangkan. Misalnya bersama pasangan anda; "terimakasih Ayah sudah mau berbagi kuenya, enak ya kalau kita bisa makan kue bareng-bareng". 
  2. Ingatlah bahwa benda atau mainan kepunyaannya adalah dunianya. Hargai itu! Jangan karena dia masih kecil dan bukan dia yang membeli, atau apapun alasannya, benda-benda tersebut tetap miliknya. Jadi jika anda menginginkan benda tersebut dari mereka, pastikan anda meminjamnya dan mengembalikannya dengan baik.
  3. Pastikan anak anda mengerti apa makna berbagi, bahwa mereka tidak akan bisa memiliki sesuatu benda untuk selamanya. JIka anak anda tidak mau bernagi mainannya, set waktu/ timer, dan jelaska n ketika tiba waktunya maka itu giliran anak lain untuk bermain dengan mainan tersebut, dia harus belajar untuk melepaskannya. Jika nanti dia melihat bahwa mainannya telah kembali dengan "selamat" maka kedepannya akan semakin mudah. 
  4. Jika seorang anak tidak mau berbagi mainannya, jangan terburu-buru untuk mendisiplinkannya, coba cari tahu kenapa dia berbuat demikian. apakah mainan tersebut pemberian dari seseorang yang sangat berharga? apakah mainan tersebut masih baru?
  5. sewaktu-waktu anda akan berhadapan dengan situasi dimana anak anda menginginkan barang milik temannya, dan sang teman tidak mau untuk meminjamkan. pada saat seperti itu anda dapat berkata "sepertinya dia sangat suka mainan itu, kenapa kamu tidak main yang lain saja..?"
  6. Tunjukkan padanya bahwa berbagi adalah hal yang menyenangkan. Lakukan kegiatan dan permainan untuk 2 orang atau lebih, misalnya menyusun puzzle bersama, bermain teka-teki, bermain ular-tangga, atau membuat kue bersama. Ketika bermain atau membuat kue nya selelesai, ceritakan dengan antusias betapa enaknya bermain bergantian dan bekerja bersama. 
  7. Ketahui juga waktunya kapan anak anda siap untuk berbagi. Terkadang ada beberapa benda atau barang yang anak anda tidak siap untuk membaginya. Itu biasa saja, justru fatal akibatnya jika anda memaksa dia membagi suatu benda yang mana dia tidak siap untuk membaginya, dia akan lebih merasakan marah dan tidak adilnya  ketimbang merasakan baiknya. Salah satu tips yang bisa anda coba adalah, ketika waktu bermain bersama teman, singkirkan dan simpan semua benda kesayangannya, dan sisakan saja mainan dan benda yang siap dia bagi atau dapat dimainkan bersama.  

Jadi yang anda butuhkan adalah: 
  • kesabaran
  • positive reinforcement
  • Contoh yang baik
  • Mainan yang dirancang untuk dapat berbagi
  • Satu tempat untuk menyimpan mainan favoritnya yang tidak mungkin dia bagi
  • Sesuatu untuk anda bagi bersama anak anda
*the picture used in this article is taken without permission from mediapartnersinc.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar