Jumat, 16 Maret 2012

7 Tips Buat Ibu, Agar Ayah Semakin Baik dan Terlibat

List berikut dikutip dari buku Throwaway Dads, by Ross D. Parke dan Armin A. Brott

1.  Lihatlah melalui perspektif dia

Menurut seorang peneliti bernama Jay Belsky, wanita biasanya mengukur pasangannya dengan membandingkan apa yang telah mereka (wanita) lakukan dengan apa yang telah dilakukan oleh sang pria. Dan hasilnya: semua pria gagal total di mata wanita! Sementara itu seorang pria biasanya mengukur kontribusi domestik mereka dengan membandingkan pada apa yang telah dilakukan oleh Ayah mereka, bahkan tidak jarang pada apa yang teman-teman dan rekan kerja mereka lakukan. Dengan menggunakan standar tersebut, biasanya sang Ayah sudah merasa cukup puas dengan kontribusi mereka di rumah.

2.  Sesuaikan standar anda

Terima saja dan hadapi, wanita dan pria memang ditakdirkan memiliki standar yang jauh berbeda. Menyesuaikan standar bukan berarti anda harus "rapat" dulu untuk memutuskan warna pakaian yang akan digunakan anak anda hari ini. Banyak hal perbedaan cara, seperti mengganti popok, bermain, belajar, dll. Yang saya maksudkan disini adalah, bahwa anda tidak selalu benar!

3.  Perlakukan dia sebagai mitra bukan asisten/pembantu tugas anda

Para pria disini juga harus memikirkan kembali peranannya dalam keluarga sebagai mitra dari seorang ibu. Dan wanita perlu memikirkan kembali tentang hal-hal masuk akal yang dapat diharapkan dari "mitra" nya. Dengan meminta "bantuan" kepada seorang ayah hanya akan menimbulkan kesan bahwa tanggung jawab si ayah dalam mengurus anak memang tidak langsung dan hanya sedikit. Daripada meminta "bantuan" lebih baik anda memintanya untuk melakukan bagiannya.

4.  Berikan pujian pada mitra anda

Di dalam suatu kelompok para pria biasanya tidak suka melakukan hal-hal yang membuat mereka merasa tidak kompeten. Disisi lain, pria biasanya sangat menyukai pujian. Katakan pada mereka bahwa mereka telah melakukan sesuatu yang penting dengan cara yang hebat.

5.  Jangan menjadi gatekeeper

Meskipun anda mengetahui cara menghentikan anak anda menangis, biarkan sang ayah mencari tahu sendiri sebelum anda berpikir untuk terjun dan melakukannya sendiri. Pria dan wanita memiliki pendekatan yang berbeda untuk tugas yang sama, dan ayah membutuhkan kepercayaan diri yang hanya akan didapatnya dari praktek langsung.

6.  Akuilah! anda tidak dapat mengerjakan semuanya sendiri

Katakan pada pasangan anda bahwa anda juga memiliki batas. Dengan membuka kesadarannya akan hal tersebut, bahwa anda tidak dapat melakukan semuanya sendiri, akan mengantarkan sang Ayah ke garis depan untuk beraksi :)

7.  Mendefinisi ulang kata "kerja"

Ketika membagi tanggung jawab, banyak pasangan yang kesulitan mendefinisikan kata "kerja". Dalam banyak keluarga, misalnya, banyak dari mereka yang melakukan kesalahan menyepelekan parenting atau pengasuhan anak dengan meletakkannya sama berat dengan kerja dan tanggung jawab domestik lainnya. Lakukan pertukaran peran sekali waktu dengan beralih tanggun jawab, biarkan dia memasak makan malam sementara anda "bergulat" dengan anak-anak. Bertukar peran seperti ini akan memberi pemahaman lebih tentang seberapa besar kontribusi yang sudah diberikan oleh masing-masing. Atau mungkin anda memiliki cara lain dalam bertukar peran dan berbagi tanggung jawab?

this article is taken from http://www.babycenter.com/0_becoming-a-better-dad-seven-ways-your-partner-can-help_8255.bc and translated into Bahasa Indonesia by Hadi M Zaf 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar