Minggu, 18 Maret 2012

Apa Yang Dipelajari Anak dari Orangtua?

Anak-anak mempelajari sangat banyak hal dari sekolah formalnya. Tapi mereka juga belajar dengan mengidentifikasi dan meniru orang tua mereka, proses seperti ini yang disebut "incidental learning" oleh Dr. Benjamin Spock.

Dr. Spock mengatakan dalam sebuah majalah parenting, bahwa melalui incidental learning "anak-anak mempelajari dan mengembangkan kemampuan dasar untuk bertahan yang mereka butuhkan, jauh sebelum mereka memasuki dunia pendidikan formal".

Incidental learning ini akan berlangsung sepanjang masa kanak-kanak mereka, tapi guru pertama anak-anak adalah orang tua mereka, dan orang tua adalah manusia yang paling menginspirasi mereka. Contoh kecil dari incidental learning ini adalah seorang anak usia dua tahun yang mendapatkan kata-kata baru setiap harinya dengan mendengarkan orang tua mereka atau seorang balita yang belajar melangkah untuk pertama kali dengan berpegangan pada orang tua.

Semakin bertambah usia mereka, semakin banyak pula orang baru dan lingkungan baru yang mereka temui, mereka pada saat ini tidak hanya mengimitasi atau meniru perilaku orang tua mereka tapi juga orang-orang lain yang mereka temui. Di masa preschool dan SD mereka akan lebih tertarik untuk mengamati dan meniru perilaku teman-temannya dan anak-anak yang lebih tua, setidaknya hal-hal permukaan seperti tingkah, bahasa dan fashion. Ada pula anak-anak yang lebih tertarik mengimitasi orang-orang dewasa, pengasuh , guru atau counselor perkemahan. Pada usia pra remaja dan remaja mereka mengidentifikasi lebih kuat mengenai perbuatan, perilaku, hingga keyakinan teman-teman sebayanya.

Anak kecil bisanya lebih cenderung mengidentifikasi orang tua berdasarkan gendernya (anak laki-laki pada ayahnya dan anak perempuan pada ibunya). Mereka menyerap pelajaran sangat penting tentang perilaku moral dan sosial dengan cara belajar dari orangtua nya.

Anak-anak usia 4 hingga 6 tahun biasanya sangat bersemangat untuk mengamati orang dewasa saat bekerja. Banyak dari mereka yang menghabiskan waktu dengan bermain rumah-rumahan atau roleplay lainnya. Yang sebenarnya sedang mereka lakukan adalah menirukan peran orang tua mereka masing-masing.

Incidental Learning juga sangat berpengaruh pada performa mereka disekolah, Dr. Spock menambahkan. Cara terbaik untuk mengajarkan kecintaan terhadap buku pada anak-anak adalah dengan membacakannya untuk mereka dan mereka melihat anda sangat menikmati membaca buku. Jika anda ingin proses incidental learning pada anak anda berlangsung dengan maksimal, anda harus memberi contoh, sesering mungkin, hal-hal berkualitas seperti sopan-santun, bekerjasama, membantu, baik dan kasih-sayang.

*the picture used in this article is taken without permission from www.lutherwood.ca


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar