Kamis, 15 Maret 2012

Anak Ngompol, Sewajar Apa?

Kebiasaan ngompol adalah hal yang sangat umum terjadi pada anak kecil., dan kebiasaan ini bisa saja terus berlanjut pada usia menjelang remaja. Para dokter juga tidak dapat menyimpulkan secara pasti apa yang menyebabkan kebiasaan mengompol dan bagaimana itu berhenti, sehingga itu dianggap sebagai hal yang sangat alamiah dalam masa tumbuh dan berkembangnya anak. Pada lazimnya, kebiasaan mengompol tidak ada hubungannya dengan gangguan kesehatan atau masalah emosional.

Akan tetapi, kebiasaan mengompol dapat menjadi sebuah situasi yang menjengkelkan dan stressful. Anak-anak juga biasanya akan merasa malu dan merasa bersalah karena telah ngompol di tempat tidur, sehingga kadang-kadang mereka merasa takut untuk menginap atau mengikuti sebuah camp sekolahan.


Apakah kebiasaan ngompol itu wajar?


Enuresis, istilah ilmiah untuk mengompol, adalah masalah yang sangat umum ditemui pada anak-anak, khususnya anak dibawah usia 6 tahun. Sekitar 13% dari anak yang berusia 6 tahun masih memiliki kebiasaan ini, dan 5% dari anak 10 tahun juga masih mengompol. Kebiasaan mengompol juga berkaitan dengan keturunan, jika salah satu dari keluarga anda dulunya memiliki kebiasaan ini, besar kemungkinan anak anda juga akan memiliki 'masalah' yang serupa.


Apa yang seharusnya dilakukan?


Kebiasaan ngompol biasanya akan berhenti dengan sendirinya. Tapi hingga hal itu terjadi, anak akan merasa malu dan tidak nyaman. Karena itu sangat penting bagi para orang tua untuk memberikan dukungan positif kepada anak selama proses ini masih berlangsung. Ini hanya gejala alamiah yang harus dilalui oleh hampir semua anak, bahkan mungkin termasuk anda pada usia tersebut.

Ajarkan anak anda untuk buang air kecil pada saat terakhir sebelum tidur. Usahakan agar mereka minum lebih banyak air di siang hari, dan lebih sedikit di malam hari. Jauhi minuman yang mengandung kafein. Dan dengan cara membangunkan mereka ditengah malam untuk ke kamar kecil. Dan beberapa orang tua melakukan hal-hal tersebut dengan memberikan reward untuk anak mereka setiap kali mereka bangun tanpa ngompol. Bedwetting alarm juga biasanya sangat membantu.

Apabila anak anda bangun tidur dengan seprai mereka basah, jangan memarahi atau mengasari mereka. Ajaklah buah hati anda untuk sama-sama mengganti seprai tersebut. Jangan lupa katakan pada mereka, bahwa ini bukan hukuman melainkan hanya bagian dari proses yang harus mereka jalani dan mereka sudah sangat membantu. Selanjutnya berikan pujian pada setiap saat mereka bangun tanpa ngompol.

Kapan harus berkonsultasi dengan dokter?


Kebiasaan mengompol yang dimulai tiba-tiba, sebelumnya tidak, atau disertai dengan gejala lainnya dapat menjadi tanda-tanda kondisi medis lainnya. Untuk itu sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak anda. Dokter mungkin akan memeriksa apaka ada kemungkinan infeksi saluran kemih (ISK), sembelit, masalah kandung kemih, diabetes, atau stress berat.

Hubungi dokter jika anak anda:

  • mulai mengompol kembali setelah setidaknya 6 bulan tidak pernah terjadi.
  • memiliki kebiasaan kencing di celana pada siang hari.
  • menjadi nakal
  • mengeluh rasa panas atau sakit ketika buang air kecil
  • menjadi sering buang air kecil
  • minum/makan lebih banyak dari biasanya 
  • terjadi pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki (ankle)
  • masih memiliki kebiasaan mengompol pada usia 7 tahun.


this article is taken from
http://kidshealth.org/parent/general/sleep/enuresis.html# and translated into Bahasa Indonesia by Hadi M Zaf

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar